Contoh Miniatur Proposal Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) - Penelitian: Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual terhadap Prestasi Akademik



Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual terhadap Prestasi Akademik

PKM-Penelitian

Zaynullah Muhammad Aydi
Departmen Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan

1.      Pendahuluan
1.1.Latar Belakang
Dewasa ini peran akademisi sangatlah dibutuhkan untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Teori-teori empiris baru diharapkan dapat menyempurnakan teori sebelumnya. Dalam penyusunan teori pastilah dibutuhkan kecerdasan yang luar biasa. Orang pun sering kali mengukur kecerdasan seseorang melalui satuan pengukuran yang berupa angka, yaitu intelligence Quotient (IQ).  Seseorang yang memiliki IQ tinggi dianggap sebagai seseorang yang memiliki kecerdasan superior. Sebut saja William James Sidis yang menempuh pendidikan matematika di Harvard pada usia 11 tahun; Terence Tao yang mendapatkan gelar Ph D dari Princeton pada usia 20 tahun; Christoper Hirata yang memenangkan medali emas pada Olimpiade Fisika Internasional pada tahun 1996 pada usia 13 tahun.
Namun tidaklah adil jika mengukur kesuksesan seseorang pada bidang akademik hanya dengan melihat IQnya. Jika begitu, maka seseorang yang berIQ rendah sejak lahir tidaklah bisa menjadi seorang akademisi. Padahal pengaruh IQ hanya sekitar 6-20% dan sisanya adalah peran kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Di sini penulis akan membahas mengenai pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap prestasi akademik.

1.2.Rumusan Masalah

1.      Apakah yang dimaksud dengan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ)
2.      Bagaimanakah pengaruh kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) terhadap prestasi akademik?
3.      Mengapa kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) lebih penting daripada kecerdasan intelijen?

1.3. Manfaat Penulisan

1.      Mengetahui apa yang dimaksud dengan IQ, EQ, dan SQ.
2.      Mengubah paradigma mengenai kecerdasan seseorang.
3.      Menambah wawasan ilmu pengetahuan.
4.      Menjelaskan kehebatan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.

Tinjauan Pustaka
IQ adalah singkatan dari Intelligence Quotient atau kecerdasan intelijen adalah acuan ukur yang dikaitkan dengan kecerdasan seseorang. Makin tinggi IQ seseorang, makin pandailah ia dalam memecahkan masalah, berlogika maupun berhitung. IQ terletak pada bagian Neokorteks pada otak atau disebut otak berpikir.
IQ diyakini dimulai oleh seorang ahli psikologi Perancis bernama Alfred Binet (11 Juli 1857 – 18 Oktober 1911). Binet mengembangkan sebuah tes untuk mengukur tingkat kepintaran seorang anak secara verbal. Maksud dari tes ini adalah memastikan seorang anak usia enam tahun sanggup memecahkan permasalah yang standar untuk anak usia enam tahun. Sehingga apabila ada anak yang tidak lulus tes Binet akan diketahui dengan cepat dan diambil tindakan awal.
Seseorang yang berIQ tinggi memanglah lebih mudah untuk meraih kesuksesan dikarenakan kemampuan berpikirnya yang baik. Namun ada aspek yang lebih penting dari hanya sekedar kecerdasan berpikir, yaitu kecerdasan untuk mengontrol diri, memahami perasaan orang lain dan menciptakan kepercayaan dengan relasi. Hal-hal inilah yang sebenarnya sangat berpengaruh terhadap sukses seseorang. Seorang yang cerdas dalam berpikir akan cenderung pasif dan kurang inisiatif jika tidak memiliki social sense yang baik. Ia pun akan cenderung bekerja sesuai mood mereka. Kurang konsisten dalam mengerjakan sesuatu ini disebabkan ia kurang memiliki kontrol diri yang baik.
Disamping IQ, dikenal istilah EQ (Emotional Quotient/Kecerdasan Emosional). Istilah EQ muncul sekitar tahun 1994, dipopulerkan oleh Daniel Golemen dalam bukunya “Emotional Intelligence”. Daniel Golemen menjelaskan, bahwa tingkat keberhasilan seseorang (berhasil dalam karier dan hidup seimbang) ternyata tidak hanya ditentukan oleh IQ saja, bahkan IQ hanya dihargai sekitar 20% saja, dan selebihnya ditentukan oleh EQnya. Dengan EQ, manusia menggunakan perasaan dan nalurinya untuk mengubah hal yang buruk menjadi baik dan bisa berempati (merasakan keadaan) orang lain pula. Semakin tinggi EQ seseorang, ia menjadi mahluk cerdas yang berperasaan lembut dan halus atau dengan kata lain: ia menjadi mahluk sosial yang boleh diharapkan perannya untuk ikut andil dalam memberi arah kemajuan dunia seideal mungkin. EQ terletak pada bagian sistem limbik pada otak atau disebut juga otak mamalia.
Contoh nyata dari penerapan kecerdasan emosional adalah saat zaman dahulu orang selalu meminum air dalam gelas. Paradigma itu terus menguat seiring dengan semakin seringnya orang meminum dalam gelas, namun orang-orang tidak menyadari bahwa terkadang orang akan merasa haus ketika dalam perjalanan dan memasukkan air dalam gelas tentu sangat tidak praktis. Dari kepekaan perasaan bahwa orang butuh air dalam perjalanan, lahirlah air mineral yang dimasukkan dalam botol yang sangat praktis dibawa kemana-mana. Dan bisnis ini pun menjadi bisnis raksaksa di mana ada ribuan perusahaan air mineral dalam botol.
Kisah inspiratif lainnya adalah kisah Houtman Zainal Arifin, seorang dahulunya hanyalah seorang OB yang kemudian menjabata sebagai Vice President Citibank (sebuah jabatan tertinggi di Citibank Indonesia). Beliau yang hanya lulusan SMA adalah seseorang yang rajin menawarkan bantuan dan tidak pernah malu untuk belajar. Mulau dari beliau yang sering mencatat materi training, belajar mengoperasikan mesin Fotocopy dan menanyakan sekaligus mengerjakan pekerjaan para staff. Beliau mempelajari dokumen dan surat-surat penting. Kegigihan beliau sungguh luar biasa, perlahan beliau naik jabatan dari OB menjadi tukang fotocopy kemudian menjadi staff dan sampai akhirnya setelah 19 tahun sejak pertama kali menjadi OB, beliau menduduki jabatan tertinggi sebagai Vice President Citibank.
Dua kisah tersebut menggambarkan seseorang dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang tidak superior namun dengan kecerdasan emosional yang baik, mereka dapat meraih kesuksesan. Di kisah air mineral tersebut kita bisa melihat kepekaan seseorang tentang rasa haus yang dialami seseorang saat di perjalanan. Kepekaan untuk memahami perasaan orang dan melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kisah Houtman Zainal Arifin pun membuktikan bahwa walaupun beliau hanya lulusan SMA, namun dengan hati yang ikhlas untuk membantu orang dan keinginan untuk belajar membuat beliau berada pada puncak kesuksesan. Hal-hal penujang kesuksesan tersebut merupakan bagian dari EQ yang berperan signifikan dalam kesuksesan seseorang.
Namun apa jadinya jika EQ yang baik dimiliki oleh para koruptor, Adolf Hitler ataupun para teroris? Tentunya semua orang akan tertipu dengan kebaikan mereka yang hanya sebagai kedok, yang aslinya mereka hanya berbuat baik demi kepentingan pribadi yang merugikan banyak orang.
Orang-orang yang telah mencapai puncak kesuksesan dalam hidupnya seringkali merasakan frustasi karena ia merasa diperbudak oleh kekayaan dan jabatan yang ia sandang. Tak jarang orang-orang yang berlimang kekayaan mengakhiri hidup dengan bunuh diri karena tidak kuat menghadapi tekanan kehidupan.
Lalu mengapa hal-hal tersebut dapat terjadi? Tidak lain adalah karena mereka tidak mempunyai kecerdasan spiritual yang baik. Kecerdasan ini merupakan pedoman seseorang agar ia tahu tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu mengabdikan diri kepada tuhan dan bermanfaat bagi kebaikan sesama.
Belakangan (awal abad 21) muncul pula istilah SQ (Spiritual Quotient) yang dipopulerkan oleh Danah Zohar dan Ian Marshall dalam bukunya “SQ, the ultimate intelligence” – 2001. SQ ini merujuk pada kemampuan manusia untuk memperoleh pencerahan guna memuliakan jiwanya. SQ terletak pada God Spot atau titik tuhan pada otak manusia. Dengan SQ, manusia memaknai setiap peristiwa dalam hidupnya dan mengambil hikmahnya untuk memuliakan jiwanya. SQ ini lebih merujuk ke arah nilai-nilai spiritual yang memberi arti sangat tinggi dalam menilai sebuah kemajuan. Percuma seluruh usaha dan karya manusia yang tak punya makna spiritualitas di dalamnya, ia hanya seonggok karya yang siap untuk dimusnahkan tanpa bekas. Spiritualitas adalah ukuran keabadian. Semakin tinggi SQ seseorang, ia memiliki potensi untuk menghasilkan karya-karya besar yang abadi karena ia menerjemahkan hubungan vertikal manusia dengan Sang Khaliknya yang hidup dalam dirinya dan yang menjiwai seluruh jagad ini selamanya.
Dewasa ini sekolah sering kali hanya menilai seorang yang cerdas berarti memiliki IQ yang tinggi dan seolah-olah mengesampingkan perang EQ dan SQ. Tanpa EQ dan SQ, IQ yang baik hanya akan menjadi alat untuk memahami sebuah materi. Konsistensi belajar, resistensi dalam menghadapi permasalahan yang menghambat proses belajar, ataupun motivasi kuat yang dimiliki untuk berprestasi dalam bidang akademik yang merupakan cerminan dari EQ dan SQ yang baik. Namun sering kali merupakan hal yang tidak dilihat khususnya oleh para guru.
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk meneliti bagaimana kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual mempengaruhi prestasi akademik seseorang.

Rancangan Penelitian
Penelitian yang saya lakukan adalah untuk menjawab masalah dalam rumusan masalah di atas. Penelitian bersifat kuantitatif dan kualitatif di mana saya akan melakukan metode kuesioner dan wawancara. Saya akan membagikan kuesioner kepada para siswa dari tingkat SD hingga SMA dan juga mahasiswa dari mulai S1 sampai S3. Saya pun akan mewawancarai beberapa orang yang berhasil dalam bidang akademis. Tak ketinggalan beberapa psikolog pun akan saya wawancara guna mendapatkan data kualitatif mengenai hakikat sesungguhnya dari IQ, EQ dan SQ serta pengaruhnya terhadap kesuksesan seseorang yang dalam konteks penelitian kali ini dalam bidang akademis.
Metode penelitian
A.    Kuesioner
Saya akan membagikan kuesioner kepada 100 murid/mahasiswa yang berisi pertanyaan-pertanyaan terkait hubungan antara prestasi akademik (peringkat kelas, penghargaan di dunia pendidikan maupun nilai-nilai dalam rapot dan ijazah) dengan keseharian mereka yang berhubungan dengan spiritualitas dan kecerdasan emosional.
Kuesioner ini terdiri dari 4 bagian sebagai berikut :
1.      Kuesioner Kehidupan beragama
Kuesioner ini berisi pernyataan mengenai kehidupan beragama sehari-hari. Berilah tanda ceklis (ü) pada kolom yang SESUAI DENGAN DIRI ANDA dan mohon dengan JUJUR dan tidak ada yang terlewat.
SM      : Sangat menggambarkan diri Anda                                                     
M         : Menggambarkan diri Anda
R         : Anda merasa ragu
TM      : Tidak menggambarkan diri Anda
STM    : Sangat tidak menggambarkan diri Anda

No
Pernyataan
SM
M
R
TM
STM
1
Saya meyakini bahwa tuhan adalah pemilik alam semesta





2
Saya meyakini bahwa hal-hal ghaib itu ada





3
Saya tahu tujuan tuhan menciptakan saya





4
Saya senantiasa menjalani hidup sesuai dengan tujuan tuhan menciptakan saya





5
Saya selalu menaati perintahNya dan menjauhi laranganNya





6
Saya selalu melakukan ibadah tepat pada waktunya





7
Saya dapat beribadah dengan khusyuk





8
Saya merasakan ketenangan batin selepas beribadah





9
Segala sesuatu yang saya lakukan semata-mata sebagai bentuk ibadah kepadaNya





10
Saya bisa merasakan kehadiran tuhan saat beribadah





11
Saya meyakini bahwa tuhan mengetahui segala sesuatu yang saya perbuat





12
Saya mencintai tuhan melebihi apapun (pacar,orang tua, harta,dll)





13
Saya menyempatkan membaca kitab suci setiap hari





14
Saya berusaha mengamalkan apa yang saya baca di kitab suci





15
Saya ingin membalas kebaikan orang lain kepada saya





16
Saya yakin tuhan mendengar semua doa saya





17
Saya yakin segala kebaikan dan keburukan yang saya lakukan akan mendapat balasan dari tuhan





18
Bagi saya bahagia adalah saat melihat orang lain bahagia karena saya





19
Saya tidak pernah lalai dalam beribadah meskipun dalam keadaan sibuk





20
Saya senantiasa menundukkan kepala saat bertemu lawan jenis





21
Saya berusaha sabar dalam menghadapi setiap masalah





22
Saya yakin cobaan yang diberikan tuhan adalah cara tuhan untuk menghebatkan saya





23
Kejujuran adalah nilai terpenting bagi saya





24
Saya memiliki pengetahuan agama yang baik





25
Saya selalu mensyukuri semua nikmat yang diberikan tuhan






2.      Kuesioner Kecerdasan Emosional
Kuesioner ini berisi tentang pernyataan kecerdasan emosional dalam kehidupan sehari-hari. Berilah tanda ceklis (ü) pada kolom yang SESUAI DENGAN DIRI ANDA dan mohon dengan JUJUR dan tidak ada yang terlewat.
SM      : Sangat menggambarkan diri Anda                                                     
M         : Menggambarkan diri Anda                 
R         : Anda merasa ragu
TM      : Tidak menggambarkan diri Anda
STM    : Sangat tidak menggambarkan diri Anda
No
Pernyataan
SM
M
R
TM
STM
1
Saya dapat mengkontrol emosi saya





2
Saya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial baru





3
Saya peka terhadap perasaan orang lain





4
Saya mampu menjadi pendengar yang baik





5
Saya tidak suka berlama-lama bersedih





6
Saya cukup peduli terhadap sesama





7
Saya memberi perhatian kepada teman yang kesepian





8
Saya senang tersenyum kepada orang lain





9
Saya berhubungan baik dengan teman-teman saya





10
Teman-teman saya merasa ada yang kurang saat saya tidak ada





11
Musik yang indah dapat menenangkan hati saya





12
Saya merasa miris jika ada orang tua yang menelantarkan anaknya





13
Saya berani menegur seseorang yang merokok di tempat umum





14
Saya berusaha meredam emosi seseorang yang meledak-ledak





15
Saya dapat bersabar jika saya dihina di depan umum





16
Saya aktif dalam kegiatan organisasi





17
Saya merasa aya bertanggung jawab dan dapat diandalkan





18
Saya dapat dengan mudah membujuk seseorang





19
Saya sering menjadi tempat curhat teman-teman





20
Saya bukanlah orang yang mudah menyerah





21
Saya lebih mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi





22
Saya termasuk orang yang loyal dan setia





23
Saya adalah orang yang dapat dipercaya





24
Saya selalu berusaha menepati janji





25
Saya memiliki kecintaan yang tinggi terhadap seni






3.      Kuesioner Situasi kependidikan
Kuesioner ini berisi pernyataan tentang apa saja yang terjadi di lingkungan edukatif sehari-hari. Berilah tanda ceklis (ü) pada kolom yang SESUAI DENGAN DIRI ANDA dan mohon dengan JUJUR dan tidak ada yang terlewat.
SM      : Sangat menggambarkan diri Anda                                                     
M         : Menggambarkan diri Anda                 
R         : Anda merasa ragu
TM      : Tidak menggambarkan diri Anda
STM    : Sangat tidak menggambarkan diri Anda
No
Pernyataan
SM
M
R
TM
STM
1
Saya menikmati proses belajar di sekolah





2
Saya termasuk anak yang rajin





3
Saya selalu mengerjakan PR di rumah





4
Saya menyukai semua mata pelajaran





5
Bagi saya matematika adalah pelajaran yang mudah





6
Nilai ulangan saya selalu di atas KKM





7
Saya pernah meraih juara kelas





8
Saya adalah langganan 10 besar di kelas





9
Saya adalah langganan 3 besar di kelas





10
Saya tidak pernah mencontek saat ulangan





11
Cara mengajar guru sangat cocok dengan saya





12
Belajar adalah hobi saya





13
Saya berniat untuk sekolah hingga ke perguruan tinggi bahkan sampai S3





14
Saya ingin menjadi master di bidang ilmu pengetahuan yang saya kuasai





15
Saya memiliki keunggulan dalam pelajaran kebahasaan





16
Saya menyukai pelajaran kesenian (menggambar, bermusik, membuat kerajinan, dll)





17
Saya senang membaca buku pelajaran





18
Bagi saya meraih juara kelas adalah impian yang harus diperjuangkan





19
Teman-teman saya membuat saya rajin belajar





20
Saya jarang membuat kegaduhan di kelas





21
Saya rajin melakukan piket sesuai jadwal yang telah ditentukan





22
Saya sering maju ke depan kelas untuk mempresentasikan suatu materi





23
Saya tidak pernah malu untuk mengacungkan tangan dan bertanya pada guru





24
Saya tidak pernah memberikan contekan kepada teman-teman





25
Sekolah adalah tempat yang menyenangkan







4.      Kuesioner Persepsi Kependidikan
Kuesioner ini adalah kuesioner terbuka tentang hal-hal yang disukai dan tidak disukai dalam dunia pendidikan dan lebih bersifat subjektif. Jawablah sesuai dengan pemikiran Anda dan berusahalah menjawab dengan seJUJUR mungkin.
No
Pertanyaan
1
Apakah mata pelajaran favorit Anda? Dan sebutkan alasannya!
Jawab :
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2
Sebutkan hal-hal yang membuat Anda semangat pergi ke sekolah!
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3
Sebutkan hal-hal yang membuat Anda malas pergi ke sekolah!
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4
Menurut Anda, guru seperti apakah yang menjadi favorit Anda?
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5
Bagaimanakah metode belajar yang seharusnya diajarkan oleh guru?
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
6
Bagaimanakah suasana belajar yang lebih cocok bagi Anda, ramai interaktif ataukah yang sunyi dan tenang? Dan sebutkan alasannya!
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
7
Apa sajakah kesulitan-kesulitan yang anda alami dalam belajar?
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
8
Menurut Anda pemberian PR atau tugas bermanfaat atau justru hanya menyusahkan murid? Sebutkan alasan Anda!
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
9
Menurut Anda mengapa seseorang bisa menjadi juara kelas?
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
10
Apakah Anda yakin bisa menjadi juara kelas? Sebutkan alasannya!

.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
11
Apakah Anda pernah menyontek saat ulangan? Jika iya, sebutkan alasan mengapa Anda menyontek!
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
12
Jika Anda mendapatkan nilai yang kurang memuaskan, siapakah yang semestinya disalahkan? Anda kah? Guru kah? Atau siapa? Sebutkan alasannya!
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
13
Apakah belajar merupakan hal yang menyenangkan atau membosankan? Sebutkan alasan Anda!
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................



B.     Wawancara
Penulis akan melakukan wawancara kepada dua jenis narasumber. Pertama adalah para narasumber yang dinilai berhasil dalam bidang akademis. Hal ini diindakasikan oleh nilai tinggi dalam rapot/ijazah, prestasi dalam bidang akademis, dan gelar akademis yang disandang. Penulis akan bertanya mengenai hal-hal apa saja yang membuat mereka meraih kesuksesan dalam bidang akademis dan kaitannya dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Dan kedua adalah narasumber yang ahli dalam bidang psikologi. Penulis akan bertanya mengenai pengertian EQ dan SQ serta hubungannya dengan prestasi akademis seseorang.
1.      Wawancara dengan narasumber yang berhasil dalam bidang akademis
Penulis akan mewawancara beberapa narasumber yang berhasil dalam bidang akademis dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
1)      Apa yang memotivasi Anda sehingga mencapai kesuksesan akademis seperti sekarang?
2)      Apakah Anda pernah mengalami hambatan dalam studi Anda? Dan Bagaimana Anda melewati hambatan tersebut?
3)      Siapakah yang paling berjasa dalam kesuksesan Anda?
4)      Apakah Anda selalu berdoa dan bersyukur kepada tuhan atas kesuksesan Anda?
5)      Seberapa pentingkah hubungan dan relasi dalam kesuksesan akademis Anda?
6)      Apakah Anda berencana untuk turut serta dalam memajukan pendidikan khususnya di Indonesia?

2.      Wawancara kepada narasumber yang ahli dalam bidang psikologi
1)      Apakah perbedaan paling mendasar dari IQ,EQ, dan SQ?
2)      Mengapa IQ hanya berperan 6-20% dalam kesuksesan seseorang, sedangkan sisanya peran dari EQ dan SQ?
3)      Bagaimanakah pengaruh EQ dan SQ terhadap prestasi akademik seseorang?

Anggaran Biaya
Anggaran biaya yang akan penulis keluarkan dalam penelitian kali ini adalah sebagai berikut:
No
Jenis pengeluaran
Jumlah
1
Transportasi
± 50.000
2
Konsumsi untuk pengisi kuesioner dan narasumber
± 100.000
3
Print out & Fotocopy kertas
± 20.000
Total
± 170.000

Hasil yang diharapkan dari penelitian
1.      Mengetahui apa yang dimaksud dengan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ)
2.      Mengetahui pengaruh kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) terhadap prestasi akademik
3.      Mengetahui alasan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) lebih penting daripada kecerdasan intelijen
4.      Menjadikan penelitian ini sumber referensi terpercaya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari

Daftar Pustaka
Agustian, Ary Ginanjar, ESQ Emotional Spiritual Quotient, Jakarta: Penerbit ARGA, 2005.
Deporter, Bobby, dan Mike Hernacki, Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Mnyenangkan, New York: KAIFA, 1999.
http://iq-eq-sq.blogspot.com/2010/12/definisi-iq-sejarah-iq-masalah-iq.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_emosional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Cara Zona Nyaman Membunuhmu secara Perlahan

Cantik itu...

Bergerak dahulu, berpikir kemudian