Contoh Miniatur Proposal Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) - Penelitian: Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual terhadap Prestasi Akademik
Pengaruh
Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual terhadap Prestasi Akademik
PKM-Penelitian
Zaynullah
Muhammad Aydi
Departmen
Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan
1.
Pendahuluan
1.1.Latar
Belakang
Dewasa ini peran akademisi sangatlah dibutuhkan
untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Teori-teori empiris baru diharapkan dapat
menyempurnakan teori sebelumnya. Dalam penyusunan teori pastilah dibutuhkan
kecerdasan yang luar biasa. Orang pun sering kali mengukur kecerdasan seseorang
melalui satuan pengukuran yang berupa angka, yaitu intelligence Quotient (IQ). Seseorang
yang memiliki IQ tinggi dianggap sebagai seseorang yang memiliki kecerdasan
superior. Sebut saja William James Sidis yang menempuh pendidikan matematika di
Harvard pada usia 11 tahun; Terence Tao yang mendapatkan gelar Ph D dari
Princeton pada usia 20 tahun; Christoper Hirata yang memenangkan medali emas
pada Olimpiade Fisika Internasional pada tahun 1996 pada usia 13 tahun.
Namun tidaklah adil jika mengukur kesuksesan
seseorang pada bidang akademik hanya dengan melihat IQnya. Jika begitu, maka
seseorang yang berIQ rendah sejak lahir tidaklah bisa menjadi seorang
akademisi. Padahal pengaruh IQ hanya sekitar 6-20% dan sisanya adalah peran
kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Di sini penulis akan
membahas mengenai pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual
terhadap prestasi akademik.
1.2.Rumusan
Masalah
1. Apakah
yang dimaksud dengan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ)
2. Bagaimanakah
pengaruh kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) terhadap
prestasi akademik?
3. Mengapa
kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) lebih penting daripada
kecerdasan intelijen?
1.3.
Manfaat Penulisan
1. Mengetahui
apa yang dimaksud dengan IQ, EQ, dan SQ.
2. Mengubah
paradigma mengenai kecerdasan seseorang.
3. Menambah
wawasan ilmu pengetahuan.
4. Menjelaskan
kehebatan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.
Tinjauan
Pustaka
IQ adalah singkatan dari Intelligence Quotient atau kecerdasan intelijen adalah acuan ukur
yang dikaitkan dengan kecerdasan seseorang. Makin tinggi IQ seseorang, makin
pandailah ia dalam memecahkan masalah, berlogika maupun berhitung. IQ terletak
pada bagian Neokorteks pada otak atau disebut otak berpikir.
IQ diyakini dimulai oleh seorang ahli psikologi
Perancis bernama Alfred Binet (11
Juli 1857 – 18 Oktober 1911). Binet mengembangkan sebuah tes untuk mengukur
tingkat kepintaran seorang anak secara verbal. Maksud dari tes ini adalah
memastikan seorang anak usia enam tahun sanggup memecahkan permasalah yang
standar untuk anak usia enam tahun. Sehingga apabila ada anak yang tidak lulus
tes Binet akan diketahui dengan cepat dan diambil tindakan awal.
Seseorang yang berIQ tinggi memanglah lebih mudah
untuk meraih kesuksesan dikarenakan kemampuan berpikirnya yang baik. Namun ada
aspek yang lebih penting dari hanya sekedar kecerdasan berpikir, yaitu
kecerdasan untuk mengontrol diri, memahami perasaan orang lain dan menciptakan
kepercayaan dengan relasi. Hal-hal inilah yang sebenarnya sangat berpengaruh
terhadap sukses seseorang. Seorang yang cerdas dalam berpikir akan cenderung
pasif dan kurang inisiatif jika tidak memiliki social sense yang baik. Ia pun akan cenderung bekerja sesuai mood
mereka. Kurang konsisten dalam mengerjakan sesuatu ini disebabkan ia kurang
memiliki kontrol diri yang baik.
Disamping IQ, dikenal istilah EQ (Emotional
Quotient/Kecerdasan Emosional). Istilah EQ muncul sekitar tahun 1994,
dipopulerkan oleh Daniel Golemen dalam bukunya “Emotional Intelligence”. Daniel
Golemen menjelaskan, bahwa tingkat keberhasilan seseorang (berhasil dalam
karier dan hidup seimbang) ternyata tidak hanya ditentukan oleh IQ saja, bahkan
IQ hanya dihargai sekitar 20% saja, dan selebihnya ditentukan oleh EQnya.
Dengan EQ, manusia menggunakan perasaan dan nalurinya untuk mengubah hal yang
buruk menjadi baik dan bisa berempati (merasakan keadaan) orang lain pula.
Semakin tinggi EQ seseorang, ia menjadi mahluk cerdas yang berperasaan lembut
dan halus atau dengan kata lain: ia menjadi mahluk sosial yang boleh diharapkan
perannya untuk ikut andil dalam memberi arah kemajuan dunia seideal mungkin. EQ
terletak pada bagian sistem limbik pada otak atau disebut juga otak mamalia.
Contoh nyata dari penerapan kecerdasan emosional
adalah saat zaman dahulu orang selalu meminum air dalam gelas. Paradigma itu
terus menguat seiring dengan semakin seringnya orang meminum dalam gelas, namun
orang-orang tidak menyadari bahwa terkadang orang akan merasa haus ketika dalam
perjalanan dan memasukkan air dalam gelas tentu sangat tidak praktis. Dari
kepekaan perasaan bahwa orang butuh air dalam perjalanan, lahirlah air mineral
yang dimasukkan dalam botol yang sangat praktis dibawa kemana-mana. Dan bisnis
ini pun menjadi bisnis raksaksa di mana ada ribuan perusahaan air mineral dalam
botol.
Kisah inspiratif lainnya adalah kisah Houtman Zainal
Arifin, seorang dahulunya hanyalah seorang OB yang kemudian menjabata sebagai
Vice President Citibank (sebuah jabatan tertinggi di Citibank Indonesia).
Beliau yang hanya lulusan SMA adalah seseorang yang rajin menawarkan bantuan
dan tidak pernah malu untuk belajar. Mulau dari beliau yang sering mencatat
materi training, belajar mengoperasikan mesin Fotocopy dan menanyakan sekaligus
mengerjakan pekerjaan para staff. Beliau mempelajari dokumen dan surat-surat
penting. Kegigihan beliau sungguh luar biasa, perlahan beliau naik jabatan dari
OB menjadi tukang fotocopy kemudian menjadi staff dan sampai akhirnya setelah
19 tahun sejak pertama kali menjadi OB, beliau menduduki jabatan tertinggi
sebagai Vice President Citibank.
Dua kisah tersebut menggambarkan seseorang dengan
kecerdasan intelektual (IQ) yang tidak superior namun dengan kecerdasan emosional
yang baik, mereka dapat meraih kesuksesan. Di kisah air mineral tersebut kita
bisa melihat kepekaan seseorang tentang rasa haus yang dialami seseorang saat
di perjalanan. Kepekaan untuk memahami perasaan orang dan melakukan sesuatu
untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kisah Houtman Zainal Arifin pun membuktikan
bahwa walaupun beliau hanya lulusan SMA, namun dengan hati yang ikhlas untuk
membantu orang dan keinginan untuk belajar membuat beliau berada pada puncak
kesuksesan. Hal-hal penujang kesuksesan tersebut merupakan bagian dari EQ yang
berperan signifikan dalam kesuksesan seseorang.
Namun apa jadinya jika EQ yang baik dimiliki oleh
para koruptor, Adolf Hitler ataupun para teroris? Tentunya semua orang akan
tertipu dengan kebaikan mereka yang hanya sebagai kedok, yang aslinya mereka
hanya berbuat baik demi kepentingan pribadi yang merugikan banyak orang.
Orang-orang yang telah mencapai puncak kesuksesan
dalam hidupnya seringkali merasakan frustasi karena ia merasa diperbudak oleh
kekayaan dan jabatan yang ia sandang. Tak jarang orang-orang yang berlimang
kekayaan mengakhiri hidup dengan bunuh diri karena tidak kuat menghadapi
tekanan kehidupan.
Lalu mengapa hal-hal tersebut dapat terjadi? Tidak
lain adalah karena mereka tidak mempunyai kecerdasan spiritual yang baik.
Kecerdasan ini merupakan pedoman seseorang agar ia tahu tujuan hidup yang
sebenarnya, yaitu mengabdikan diri kepada tuhan dan bermanfaat bagi kebaikan
sesama.
Belakangan (awal abad 21) muncul pula istilah SQ
(Spiritual Quotient) yang dipopulerkan oleh Danah Zohar dan Ian Marshall dalam
bukunya “SQ, the ultimate intelligence” – 2001. SQ ini merujuk pada kemampuan
manusia untuk memperoleh pencerahan guna memuliakan jiwanya. SQ terletak pada
God Spot atau titik tuhan pada otak manusia. Dengan SQ, manusia memaknai setiap
peristiwa dalam hidupnya dan mengambil hikmahnya untuk memuliakan jiwanya. SQ
ini lebih merujuk ke arah nilai-nilai spiritual yang memberi arti sangat tinggi
dalam menilai sebuah kemajuan. Percuma seluruh usaha dan karya manusia yang tak
punya makna spiritualitas di dalamnya, ia hanya seonggok karya yang siap untuk
dimusnahkan tanpa bekas. Spiritualitas adalah ukuran keabadian. Semakin tinggi
SQ seseorang, ia memiliki potensi untuk menghasilkan karya-karya besar yang
abadi karena ia menerjemahkan hubungan vertikal manusia dengan Sang Khaliknya
yang hidup dalam dirinya dan yang menjiwai seluruh jagad ini selamanya.
Dewasa ini sekolah sering kali hanya menilai seorang
yang cerdas berarti memiliki IQ yang tinggi dan seolah-olah mengesampingkan
perang EQ dan SQ. Tanpa EQ dan SQ, IQ yang baik hanya akan menjadi alat untuk
memahami sebuah materi. Konsistensi belajar, resistensi dalam menghadapi
permasalahan yang menghambat proses belajar, ataupun motivasi kuat yang
dimiliki untuk berprestasi dalam bidang akademik yang merupakan cerminan dari
EQ dan SQ yang baik. Namun sering kali merupakan hal yang tidak dilihat
khususnya oleh para guru.
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk
meneliti bagaimana kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual mempengaruhi
prestasi akademik seseorang.
Rancangan
Penelitian
Penelitian yang saya lakukan adalah untuk menjawab
masalah dalam rumusan masalah di atas. Penelitian bersifat kuantitatif dan
kualitatif di mana saya akan melakukan metode kuesioner dan wawancara. Saya
akan membagikan kuesioner kepada para siswa dari tingkat SD hingga SMA dan juga
mahasiswa dari mulai S1 sampai S3. Saya pun akan mewawancarai beberapa orang
yang berhasil dalam bidang akademis. Tak ketinggalan beberapa psikolog pun akan
saya wawancara guna mendapatkan data kualitatif mengenai hakikat sesungguhnya
dari IQ, EQ dan SQ serta pengaruhnya terhadap kesuksesan seseorang yang dalam
konteks penelitian kali ini dalam bidang akademis.
Metode penelitian
A. Kuesioner
Saya akan membagikan kuesioner kepada 100
murid/mahasiswa yang berisi pertanyaan-pertanyaan terkait hubungan antara
prestasi akademik (peringkat kelas, penghargaan di dunia pendidikan maupun
nilai-nilai dalam rapot dan ijazah) dengan keseharian mereka yang berhubungan
dengan spiritualitas dan kecerdasan emosional.
Kuesioner ini terdiri dari 4 bagian sebagai berikut
:
1. Kuesioner
Kehidupan beragama
Kuesioner ini berisi pernyataan mengenai kehidupan
beragama sehari-hari. Berilah tanda ceklis (ü) pada kolom
yang SESUAI DENGAN DIRI ANDA dan mohon dengan JUJUR dan tidak ada yang
terlewat.
SM : Sangat menggambarkan diri Anda
M :
Menggambarkan diri Anda
R :
Anda merasa ragu
TM : Tidak
menggambarkan diri Anda
STM : Sangat
tidak menggambarkan diri Anda
|
No
|
Pernyataan
|
SM
|
M
|
R
|
TM
|
STM
|
|
1
|
Saya
meyakini bahwa tuhan adalah pemilik alam semesta
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Saya
meyakini bahwa hal-hal ghaib itu ada
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Saya
tahu tujuan tuhan menciptakan saya
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Saya
senantiasa menjalani hidup sesuai dengan tujuan tuhan menciptakan saya
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Saya
selalu menaati perintahNya dan menjauhi laranganNya
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Saya
selalu melakukan ibadah tepat pada waktunya
|
|
|
|
|
|
|
7
|
Saya
dapat beribadah dengan khusyuk
|
|
|
|
|
|
|
8
|
Saya
merasakan ketenangan batin selepas beribadah
|
|
|
|
|
|
|
9
|
Segala
sesuatu yang saya lakukan semata-mata sebagai bentuk ibadah kepadaNya
|
|
|
|
|
|
|
10
|
Saya
bisa merasakan kehadiran tuhan saat beribadah
|
|
|
|
|
|
|
11
|
Saya
meyakini bahwa tuhan mengetahui segala sesuatu yang saya perbuat
|
|
|
|
|
|
|
12
|
Saya
mencintai tuhan melebihi apapun (pacar,orang tua, harta,dll)
|
|
|
|
|
|
|
13
|
Saya
menyempatkan membaca kitab suci setiap hari
|
|
|
|
|
|
|
14
|
Saya
berusaha mengamalkan apa yang saya baca di kitab suci
|
|
|
|
|
|
|
15
|
Saya
ingin membalas kebaikan orang lain kepada saya
|
|
|
|
|
|
|
16
|
Saya
yakin tuhan mendengar semua doa saya
|
|
|
|
|
|
|
17
|
Saya
yakin segala kebaikan dan keburukan yang saya lakukan akan mendapat balasan
dari tuhan
|
|
|
|
|
|
|
18
|
Bagi
saya bahagia adalah saat melihat orang lain bahagia karena saya
|
|
|
|
|
|
|
19
|
Saya
tidak pernah lalai dalam beribadah meskipun dalam keadaan sibuk
|
|
|
|
|
|
|
20
|
Saya
senantiasa menundukkan kepala saat bertemu lawan jenis
|
|
|
|
|
|
|
21
|
Saya
berusaha sabar dalam menghadapi setiap masalah
|
|
|
|
|
|
|
22
|
Saya
yakin cobaan yang diberikan tuhan adalah cara tuhan untuk menghebatkan saya
|
|
|
|
|
|
|
23
|
Kejujuran
adalah nilai terpenting bagi saya
|
|
|
|
|
|
|
24
|
Saya
memiliki pengetahuan agama yang baik
|
|
|
|
|
|
|
25
|
Saya
selalu mensyukuri semua nikmat yang diberikan tuhan
|
|
|
|
|
|
2. Kuesioner
Kecerdasan Emosional
Kuesioner ini berisi tentang pernyataan kecerdasan
emosional dalam kehidupan sehari-hari. Berilah tanda ceklis (ü)
pada kolom yang SESUAI DENGAN DIRI ANDA dan mohon dengan JUJUR dan tidak ada
yang terlewat.
SM : Sangat menggambarkan diri Anda
M : Menggambarkan diri Anda
R :
Anda merasa ragu
TM : Tidak
menggambarkan diri Anda
STM : Sangat
tidak menggambarkan diri Anda
|
No
|
Pernyataan
|
SM
|
M
|
R
|
TM
|
STM
|
|
1
|
Saya
dapat mengkontrol emosi saya
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Saya
dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial baru
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Saya
peka terhadap perasaan orang lain
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Saya
mampu menjadi pendengar yang baik
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Saya
tidak suka berlama-lama bersedih
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Saya
cukup peduli terhadap sesama
|
|
|
|
|
|
|
7
|
Saya
memberi perhatian kepada teman yang kesepian
|
|
|
|
|
|
|
8
|
Saya
senang tersenyum kepada orang lain
|
|
|
|
|
|
|
9
|
Saya
berhubungan baik dengan teman-teman saya
|
|
|
|
|
|
|
10
|
Teman-teman
saya merasa ada yang kurang saat saya tidak ada
|
|
|
|
|
|
|
11
|
Musik
yang indah dapat menenangkan hati saya
|
|
|
|
|
|
|
12
|
Saya
merasa miris jika ada orang tua yang menelantarkan anaknya
|
|
|
|
|
|
|
13
|
Saya
berani menegur seseorang yang merokok di tempat umum
|
|
|
|
|
|
|
14
|
Saya
berusaha meredam emosi seseorang yang meledak-ledak
|
|
|
|
|
|
|
15
|
Saya
dapat bersabar jika saya dihina di depan umum
|
|
|
|
|
|
|
16
|
Saya
aktif dalam kegiatan organisasi
|
|
|
|
|
|
|
17
|
Saya
merasa aya bertanggung jawab dan dapat diandalkan
|
|
|
|
|
|
|
18
|
Saya
dapat dengan mudah membujuk seseorang
|
|
|
|
|
|
|
19
|
Saya
sering menjadi tempat curhat teman-teman
|
|
|
|
|
|
|
20
|
Saya
bukanlah orang yang mudah menyerah
|
|
|
|
|
|
|
21
|
Saya
lebih mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi
|
|
|
|
|
|
|
22
|
Saya
termasuk orang yang loyal dan setia
|
|
|
|
|
|
|
23
|
Saya
adalah orang yang dapat dipercaya
|
|
|
|
|
|
|
24
|
Saya
selalu berusaha menepati janji
|
|
|
|
|
|
|
25
|
Saya
memiliki kecintaan yang tinggi terhadap seni
|
|
|
|
|
|
3. Kuesioner
Situasi kependidikan
Kuesioner ini berisi pernyataan tentang apa saja
yang terjadi di lingkungan edukatif sehari-hari. Berilah tanda ceklis (ü)
pada kolom yang SESUAI DENGAN DIRI ANDA dan mohon dengan JUJUR dan tidak ada
yang terlewat.
SM : Sangat menggambarkan diri Anda
M : Menggambarkan diri Anda
R :
Anda merasa ragu
TM : Tidak
menggambarkan diri Anda
STM : Sangat
tidak menggambarkan diri Anda
|
No
|
Pernyataan
|
SM
|
M
|
R
|
TM
|
STM
|
|
1
|
Saya
menikmati proses belajar di sekolah
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Saya
termasuk anak yang rajin
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Saya
selalu mengerjakan PR di rumah
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Saya
menyukai semua mata pelajaran
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Bagi
saya matematika adalah pelajaran yang mudah
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Nilai
ulangan saya selalu di atas KKM
|
|
|
|
|
|
|
7
|
Saya
pernah meraih juara kelas
|
|
|
|
|
|
|
8
|
Saya
adalah langganan 10 besar di kelas
|
|
|
|
|
|
|
9
|
Saya
adalah langganan 3 besar di kelas
|
|
|
|
|
|
|
10
|
Saya
tidak pernah mencontek saat ulangan
|
|
|
|
|
|
|
11
|
Cara
mengajar guru sangat cocok dengan saya
|
|
|
|
|
|
|
12
|
Belajar
adalah hobi saya
|
|
|
|
|
|
|
13
|
Saya
berniat untuk sekolah hingga ke perguruan tinggi bahkan sampai S3
|
|
|
|
|
|
|
14
|
Saya
ingin menjadi master di bidang ilmu pengetahuan yang saya kuasai
|
|
|
|
|
|
|
15
|
Saya
memiliki keunggulan dalam pelajaran kebahasaan
|
|
|
|
|
|
|
16
|
Saya
menyukai pelajaran kesenian (menggambar, bermusik, membuat kerajinan, dll)
|
|
|
|
|
|
|
17
|
Saya
senang membaca buku pelajaran
|
|
|
|
|
|
|
18
|
Bagi
saya meraih juara kelas adalah impian yang harus diperjuangkan
|
|
|
|
|
|
|
19
|
Teman-teman
saya membuat saya rajin belajar
|
|
|
|
|
|
|
20
|
Saya
jarang membuat kegaduhan di kelas
|
|
|
|
|
|
|
21
|
Saya
rajin melakukan piket sesuai jadwal yang telah ditentukan
|
|
|
|
|
|
|
22
|
Saya
sering maju ke depan kelas untuk mempresentasikan suatu materi
|
|
|
|
|
|
|
23
|
Saya
tidak pernah malu untuk mengacungkan tangan dan bertanya pada guru
|
|
|
|
|
|
|
24
|
Saya
tidak pernah memberikan contekan kepada teman-teman
|
|
|
|
|
|
|
25
|
Sekolah
adalah tempat yang menyenangkan
|
|
|
|
|
|
4. Kuesioner
Persepsi Kependidikan
Kuesioner ini adalah kuesioner terbuka tentang
hal-hal yang disukai dan tidak disukai dalam dunia pendidikan dan lebih
bersifat subjektif. Jawablah sesuai dengan pemikiran Anda dan berusahalah
menjawab dengan seJUJUR mungkin.
|
No
|
Pertanyaan
|
|
1
|
Apakah
mata pelajaran favorit Anda? Dan sebutkan alasannya!
Jawab
:
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
|
2
|
Sebutkan
hal-hal yang membuat Anda semangat pergi ke sekolah!
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
|
3
|
Sebutkan
hal-hal yang membuat Anda malas pergi ke sekolah!
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
|
4
|
Menurut
Anda, guru seperti apakah yang menjadi favorit Anda?
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
|
5
|
Bagaimanakah
metode belajar yang seharusnya diajarkan oleh guru?
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
|
6
|
Bagaimanakah
suasana belajar yang lebih cocok bagi Anda, ramai interaktif ataukah yang
sunyi dan tenang? Dan sebutkan alasannya!
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
|
7
|
Apa
sajakah kesulitan-kesulitan yang anda alami dalam belajar?
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
|
8
|
Menurut
Anda pemberian PR atau tugas bermanfaat atau justru hanya menyusahkan murid?
Sebutkan alasan Anda!
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
|
9
|
Menurut
Anda mengapa seseorang bisa menjadi juara kelas?
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
|
10
|
Apakah
Anda yakin bisa menjadi juara kelas? Sebutkan alasannya!
|
|
|
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
|
11
|
Apakah
Anda pernah menyontek saat ulangan? Jika iya, sebutkan alasan mengapa Anda
menyontek!
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
|
12
|
Jika
Anda mendapatkan nilai yang kurang memuaskan, siapakah yang semestinya
disalahkan? Anda kah? Guru kah? Atau siapa? Sebutkan alasannya!
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
|
13
|
Apakah
belajar merupakan hal yang menyenangkan atau membosankan? Sebutkan alasan
Anda!
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
B. Wawancara
Penulis akan melakukan wawancara kepada dua jenis
narasumber. Pertama adalah para narasumber yang dinilai berhasil dalam bidang
akademis. Hal ini diindakasikan oleh nilai tinggi dalam rapot/ijazah, prestasi
dalam bidang akademis, dan gelar akademis yang disandang. Penulis akan bertanya
mengenai hal-hal apa saja yang membuat mereka meraih kesuksesan dalam bidang
akademis dan kaitannya dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.
Dan kedua adalah narasumber yang ahli dalam bidang psikologi. Penulis akan
bertanya mengenai pengertian EQ dan SQ serta hubungannya dengan prestasi
akademis seseorang.
1. Wawancara
dengan narasumber yang berhasil dalam bidang akademis
Penulis akan mewawancara beberapa narasumber yang
berhasil dalam bidang akademis dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
1) Apa
yang memotivasi Anda sehingga mencapai kesuksesan akademis seperti sekarang?
2) Apakah
Anda pernah mengalami hambatan dalam studi Anda? Dan Bagaimana Anda melewati
hambatan tersebut?
3) Siapakah
yang paling berjasa dalam kesuksesan Anda?
4) Apakah
Anda selalu berdoa dan bersyukur kepada tuhan atas kesuksesan Anda?
5) Seberapa
pentingkah hubungan dan relasi dalam kesuksesan akademis Anda?
6) Apakah
Anda berencana untuk turut serta dalam memajukan pendidikan khususnya di
Indonesia?
2. Wawancara
kepada narasumber yang ahli dalam bidang psikologi
1) Apakah
perbedaan paling mendasar dari IQ,EQ, dan SQ?
2) Mengapa
IQ hanya berperan 6-20% dalam kesuksesan seseorang, sedangkan sisanya peran
dari EQ dan SQ?
3) Bagaimanakah
pengaruh EQ dan SQ terhadap prestasi akademik seseorang?
Anggaran Biaya
Anggaran biaya yang akan penulis keluarkan dalam
penelitian kali ini adalah sebagai berikut:
|
No
|
Jenis
pengeluaran
|
Jumlah
|
|
1
|
Transportasi
|
±
50.000
|
|
2
|
Konsumsi
untuk pengisi kuesioner dan narasumber
|
±
100.000
|
|
3
|
Print
out & Fotocopy kertas
|
±
20.000
|
|
Total
|
±
170.000
|
|
Hasil yang diharapkan dari penelitian
1. Mengetahui
apa yang dimaksud dengan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual
(SQ)
2. Mengetahui
pengaruh kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) terhadap
prestasi akademik
3. Mengetahui
alasan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) lebih penting
daripada kecerdasan intelijen
4. Menjadikan
penelitian ini sumber referensi terpercaya dan mengaplikasikannya dalam
kehidupan sehari-hari
Daftar
Pustaka
Agustian, Ary Ginanjar, ESQ Emotional Spiritual Quotient, Jakarta: Penerbit ARGA, 2005.
Deporter, Bobby, dan Mike Hernacki, Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman
dan Mnyenangkan, New York: KAIFA, 1999.
http://iq-eq-sq.blogspot.com/2010/12/definisi-iq-sejarah-iq-masalah-iq.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_emosional
Komentar
Posting Komentar