Kisah anak kata yang tuli

     Suatu hari, segerombolan anak katak berlomba untuk memanjat sebuah mercusuar yang tingginya 10 meter. Peserta lomba terdiri dari 10 anak katak yang mungil. Para penonton selalu mengejek mereka berkata bahwa mereka tidak mungkin bisa memanjat mercusuar setinggi itu. Namun anak-anak katak tetap ingin mengikuti lomba tersebut.
     Perlombaan pun dimulai. Para peserta begitu bersemangat memanjat mercusuar dengan permukaan dinding yang agak kasar tersebut. Penonton terus menyoraki para anak kata yang sedang berlomba. Namun bukan sorakan penyemangat melainkan ejekan bahwa para anak katak dengan tubuh yang kecil dan lemah tidak akan bisa memanjat sampai ke atas. Sampai di 1 meter pertama, satu peserta telah menyerah, ia memutuskan berhenti karena sudah tidak kuat. Sampai di 2,5 meter, 3 peserta memutuskan berhenti. 8 meter sudah mereka memanjat mercusuar, hanya tinggal 3 katak tersisa. Yang lainnya menyerah karena lelah, tangan mereka sakit karena permukaan dinding yang kasar dan penontong yang terus menyoraki. Mereka yang masih berlomba terus memanjat dengan gigih meski para penonton terus berusaha menjatuhkannya. Sampai di 1 meter terakhir, hanya tinggal seekor katak yang masih meneruskan lomba. Ia dengan tubuhnya yang mungil namun dengan semangat juang tinggi terus memanjat hingga puncak mercusuar. Dan akhirnya ia pun sampai di puncak tertinggi dan ia menjadi satu-satunya peserta lomba yang mampu menyelesaikan pertandingan.
     Ia pun membeberkan rahasia ia dapat memanjat sampai ke puncak. Ternyata rahasianya karena ia seorang katak yang tuli. Ia tidak mendengar semua sorakan penonton yang coba menjatuhkannya. Ia terus berjuang dengan gigih dan tetap fokus menatap puncak menara tanpa menghiraukan apapun.
Pelajaran yang kita dapatkan adalah jangan dengarkan apa kata orang yang menjatuhkan kita. Tetaplah fokus dan berjuang meraih impian. Orang lain tidak dapat menggagalkan kita karena kitalah yang sepenuhnya mengendalikan diri kita sendiri.

Semoga bermanfaat :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Cara Zona Nyaman Membunuhmu secara Perlahan

Cantik itu...

Bergerak dahulu, berpikir kemudian